PERBEDAAN SINETRON REMAJA THAILAND DAN INDONESIA

Monday, March 31, 2014

Di thailand, sinetron remaja tidak selebay di Indonesia, anak-anak sekolah berpakaian sewajarnya sesuai logika, tak ada kesan norak dari rambut gondrong ala koboi junior di sekolah, bahkan pakaian pun rapi, wanita rok nya dibawah lutut, sedangkan pria memasukan baju seragam.

Di indonesia ? rok anak sekolah supermini (pamer paha) dan baju nya awut2an tidak dimasukkan (hanya anak culun yang biasanya bajunya masuk).
Yang pernah melihat serial drama thailand "hormones the confused teens" ada adegan di mana guru menegur murid yang bajunya di keluarkan.

Di sinetron indonesia ? guru malah sibuk pacaran juga. guru yang pakaiannya seksi dan terbuka, di sinetron indonesia kok digambarkan begitu ya..
Konflik dalam serial drama remaja di thailand pun tentang persahabatan, impian, atau cinta remaja, dengan konteks penyelesaian sewajarnya seperti yang kita alami di sekolah.

Di indonesia ? bahkan ember berisi air bisa tiba-tiba jatoh dari atas pintu kelas, terlalu kejam dan selalu ada sosok antagonis dari sekelompok geng di sekolah. (waktu gua sekolah, ga gitu-gitu amat)
i sinetron thailand, semua siswa hampir sama, berangkat sekolah berjalan kaki atau naik sepeda, bahkan pakai sepeda motor itu udah paling gaya (jadi inget masa sekolah).

Di sinetron Indonesia, tokoh utama pasti ada sosok yang kaya raya, kesekolah pakai lamborghini atau ferarri, sebenernya gua bingung, EMANG ADA ? SISWA SMP/SMA KAYA GITU ??
Kehidupan diluar sekolahpun berbeda, digambarkan di serial drama remaja thailand, rumah mereka biasa saja, tidak mencolok, pulang sekolah, belajar, mendengar musik, atau menelpon gebetan, kadang ada sosok teman yang diajak main dirumah.

Di Indonesia ? pasti ada sosok yang rumahnya segede istana negara... dan ada tokoh yang dibuat miskin banget (kasian), belum lagi adegan clubing bareng temen, atau menghadiri pesta ulang tahun temen / gebetan / pembantu..
ebenernya, sinetron indonesia banyak mengadopsi dari budaya barat ataupun korea belakangan ini. tapi mereka menyerap semuanya mentah-mentah...

Sama halnya dengan thailand, perfilman mereka berkiblat pada korea, bahkan menduduki peringkat kedua setelah jepang dalam kiblatnya. namun mereka mencoba membuatnya menjadi masuk akal dan dapat diterima bahkan dirasakan oleh para remaja jika hal di film itu benar-benar ada.

Tidak seperti di serial drama indonesia.. remajanya seolah diracuni kalo baju keluar di sekolah itu ga apa-apa, rambut diwarnai juga bebas, bahkan rok mini pun wajar. jadi mereka melihat mereka yang berpenampilan RAPI dan BENAR dianggap sebagai anak culun.

MIRISNYA SINETRON DI NEGRIKU.

0 komentar: